Jumat, 27 Mei 2011

Tiga tanda kekuasaan Allah


Moch. Sya’ban Abdul Rozak

Fenomena bencana yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia jika di hitung-hitung begitu mengemuka banyak sekali, kejadiannyapun bukan disengaja atau kebetulan, karena sesungguhnya apa yang terjadi bukan tanpa aturan atau hanya sekedar dinamika kehidupan. Tapi jauh dari itu semua bahwa fenomena ini sudah dijanjikan oleh yang maha menjanjikan. Dialah Allah yang maha hebat dan maha dari segala sesuatu.

Keeksistensian fenomena bencana yang terjadi itu sebenarnya bukan tanpa sebab karena itu semua menuntut kepada manusia untuk senantiasa berfikir, bertafakur, dan menjadikan semua itu sebagai peringatan yang mesti dan menuntut perubahan dalam diri setiap insan yang mempunyai akal.

Paling tidak, runtutan fenomena bencana yang terjadi saat ini terdiri dari fenomena bencana Alam yang mengamuk, gempa menggoncangkan bumi, lautan mengmuntahkan segala isinya, belum lagi serangan sebagian daerah dengan ulat bulu, sampai fenomena bencana akhlak yang terjadi akibat ulah dan prilaku manusia yang tidak berprikemanusiaan, mencuri dan korupsi sudah jadi berita yang tidak bisa dielakan lagi di televisi, mabuk dan narkoba sudah menjangkit menjadi makanan dan minuman yang biasa saja, berbuat mesum di depan umum sudah tidak ada rasa malu lagi, belum lagi perbuatan – perbuatan manusia yang lain yang merusak semua elemen bangsa.

Melihat dan memperhatikan semua fenomena bencana yang terjadi ini, apakah kita tidak tergerak atau menggerakan suatu keinginan untuk mengadakan perubahaan. Perubahan tidak dapat diwujudkan hanya dengan kata dan propaganda semata, perlu adanya aksi nyata yang dimulai dari diri kita. Karena sesungguhnya perubahan akan segera menjelma jika kita beraksi dan memulai semuanya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Disini mari kita lihat apa yang sebenarnya telah Allah swt sampaikan berkenaan dengan semua fenomena bencana yang terjadi di muka bumi ini. Di dalam Al-Qur’an Allah mengungkapakan beberapa ‘Adilah ataupun tanda-tanda supaya manusia berfikir dan bertafakur. Paling tidak Al-Qur’an mengungkapakan tiga ‘adilah atau tanda-tandanya, pertama yaitu ‘Adilatul Khalqi, ‘Adilatul Hikmah, dan ‘Adilatul Qudrah. Mari kita sakisikan bersama ketiga tanda – tanda yang Allah berikan ini dengan merincikan satu persatu.

Pertama ‘Adilatul Khalqi atau tanda-tanda dari penciptaan, ini adalah pemberi tahuaan Allah terhadap manusia terhadap tanda tanda penciptaan seluruh ciptaannya. Keimanan seseorang akan tumbuh salah satunya dengan diperlihatkan dengan keaguanga Allah atas ciptaan yang diciptakannya. Contohnya Allah menciptakan gunung yang menjulang tinggi, lautan yang terhampar luas, makhluk-makhluk ciptaanya seperti manusia, hewan, tumbuhan dan lainsebagainya. Ini semua tiada lain dan tiada bukan adalah untuk memberikan penjelasan kepada mereka makhluk yang mempunyai akal, dan itulah manusia.

Kedua ‘Adilatul Hikmah atau tanda – tanda hikmah maksudnya adalah Allah telah menciptakan seluruh ciptaannya, dan dari apa yang telah diciptakanya itu akan menimbulkan hikmah yang terkandung didalamnya. Contohnya Allah berfirman:

وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ (9)

“ dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, Maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.” (terjemah QS Fathiir : 9)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah menciptakan angin kemudian angin itu dia kirimkan untuk menggerakan awan yang mana selanjutnya awan akan bergerak untuk menyuburkan ladang yang mati atau tandus dengan perantara hujang yang keluar dari awan. Kemudian setelah itu akan ada kehidupan, manusia akan dapat minum, makan buah – buahan. Dan ini semua adalah hikmah dari apa yang telah Allah ciptakan. Maka apakah manusia mengira bahwa semua ini hanya kebetulan saja??. Dan masih banyak lagi hikmah - hikmah yang terkandung dalam semua ciptaannya. Maka ‘adilatul hikmah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup manusia dibawah naungan keimanan yang paripurna.

Terakhir adalah ‘Adilatul Qudroh atau tanda-tanda kekuasaan Allah, artinya tanda – tanda ini tidak dapat dicapai oleh kekuasaan manusia dan hanya Allah sajalah yang mampu dan untuk mewujudkannya. Contohnya adalah Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا (53)

“dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (terjemah QS. Al-Furqan : 53)

Jika kita perhatikan secara seksama ayat ini menerengkan bahwa Allah menciptakan dua lautan atau dua jenis air yang berdampingan dalam satu tempat dan antara satu dengan yang lainnya tidak saling mencampur meskipun salah satu dari keduanya paling dominan. Dan fenomena ini telah terjadi, mungkin kita pernah mendengar fenomena sungai di dalam laut di perairan meksiko yang menggemparkan kala itu, dan bahkan akhir-akhir ini ditemukan di daerah Sulawasi Selatan sebagian air laut rasanya tawar padahal seperti kita ketahui air laut itu rasanya asin, kalaupun dapat bercampur antara air tawar dikarenakan hilir dari air sungai itupun tidak akan selamanya air laut berubah menjadi tawar rasanya karena air laut sangat dominan dibanding air sungai itu. Tetapi realitanya kedua air itu tidak saling bercampur padahal berada dalam satu tempat. subhanallah

Firman Allah yang lain:

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ (3)

“ dan apabila lautan menjadikan meluap” (terjemah QS. Al Infithar : 3)

Lautan meluap taukah apa itu??? Mungkin jika kita melihat fenomena bencana saat ini disebut tsunami. Yaitu ketika semua yang ada dalam lautan dihempaskan kedaratan. Dan masih banyak lagi fenomena bencana atau tanda-tanda yang terjadi. Dan semua Itu termasuk tanda-tanda Qudrahnya Allah, manusia sebagai makhluk tidak dapat mewujudkannya karena hanya Allah saja yang mampu untuk merealisasikan semua itu.

Penjelasan-penjelasan telah dipaparkan, tanda-tanda Nya pun tidak akan pernah hilang dan musnah, ketiga tanda – tanda itu pun akan tetap abadi dan bahkan dengan seiringnya waktu yang berjalan, tanda – tanda itu akan semakin bermunculan dikarenakan banyak manusia yang makin jauh dan ingkar terhadap kekuasaan dan kebenaran Allah.

Terakhir,, apakah kita aka semakin menjauh kepada Allah, tuhan semesta Allah padahal tanda-tanda kekuasaannya telah diperlihatkan??, apakah kita akan berubah hanya ketika Allah tidak memberikan waktu kedua kepada kita, yaitu kematian??? Apakah kita akan tetap istiqomah dalam keburukan, kemusyrikan dan kedangkalan iman yang semakin merajalela??. Inilah sebuah tulisan untuk peringatan, dan tafakuran bahwa sesungguhnya kita manusia yang harus menanamkan keimanan. Menjadikan Allah segala-galanya, jangan sampai penguasaan hawa nafsu menjadi hal yang bukannya membangun diri, tetapi merusak diri. Allahu a’lam

Read more »

Kamis, 05 Mei 2011

PERAN ULAMA Terhadap MEDIA DI INDONESIA


Moch. Sya’ban Abdul Rozak

Dahulu sebelum teknologi berkembang pesat, orang desa tidak akan mengetahui siapakah presiden mereka, bagaimana bentuk wajahnya, bagaimana kepribadianya dan lain sebagainya. Orang indonesia pun tidak akan pernah mengetahui apa yang sedang terjadi di negara lain. Hal ini terjadi karena tidak adanya sarana untuk mengatahuinya. Kala itu dunia sangat luas tanpa batasan, artinya antara seseorang di suatu negara dengan seseorang yang ada di negara lain saling berjauhan. Persepsi masyarakat ditentukan hanya oleh masyarakat yang bersangkutan saja. Karena disini tidak ada unsur pengaruh mempengaruhi kalaupun ada itu hanya bersifat sementara dan sekejap saja.

Namun jauh dari itu semua, semakin dunia berjalan maka tingkat ilmu pengetahuan semakin meningkat pula, yang pada akhirnya teknologipun dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat, tanpa melihat apakah itu orang kota ataupun orang desa. Dan manfaatnya luarbiasa sangat besar dan banyak. Seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi diluar sana hanya dengan meng’klik’ satu tombol saja. Atau bahkan seseorang dapat melihat lawan bicaranya padahal berlainan daerah atau negara dengan melalui teleconfren. Hal itu mudah untuk ukuran zaman sekarang. Maka manusia akan merasakan kemudahan, kenikmatan hingga rasa bahwa dunia ini begitu sempit.

Fenomena ini mau tidak mau mesti terjadi, pasalnya keniscayaan manusia mempunyai akal yang terus berkembang setiap saat. Karena akibat buah dari pemikiran yang terus berkembang. Dari sini manusia di tuntut untuk terus mempergunakan otaknya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai manfaat bagi manusia yang lainnya.

Jika fenomena perkembangan teknologi adalah suatu keniscayaan maka hasil dari itupun menjadi keharusan. Dan salah satu hasil dari teknologi yang berkembang adalah media, media adalah sarana untuk saling dekat. Media ada yang bersifat cetak (koran, tabloid, majalah, dll), elektronik (Radio, Televisi dll) sampai media dunia maya atau Internet. Keberadaannya terkadang dapat mendatangkan manfaat namun terkadang pula mendatangkan hal yang bersifat madharat. Tidak sedikit kita mendengar anak SMA berbuat mesum karena idola yang ada di televisi melakukanya juga, atau anak-anak melakukan tawuran karena melihat gerakan smack down di televisi yang dahulu pernah menjamur.

Namun sebenarnya dengan adanya media dapat memberikan kontribusi yang baik dan efektif dalam mengembangkan peradaban yang mulia lagi sejahtera. Jika kita meninjau lebih dalam yang menguasai media saat ini bukan mereka yang mempunyai komitmen untuk perubahan bangsa menuju yang terbaik. Terlebih jika kita melihat fenomena tontonan televisi yang sudah tidak mendidik lagi, bayangkan anak zaman sekarang pagi-pagi sudah di suguhi sponge bob yang isinya tidak lain hanya pembodohan untuk anak. Kemudian sore hari bertepatan dengan waktu mereka shalat magrib dan mengaji, sekarang berbalik malah lebih asyik dengan tontonan yang sama. Ataupun contoh lain, jika kita mengamati anak muda saat ini lebih menyenangi pergelaran musik di televisi pada jam-jamnya produktif untuk bekerja atau sekolah, paling tidak ada tiga stasiun televisi yang mempunyai program musik setiap paginya, padahal pemuda hari ini adalah pemimpin yang akan datang, mereka asik hura-hura tanpa ada pemikiran untuk memberikan kontribusi begi negaranya. Maka tidak prihatinkah kita jika calon pemimpin yang akan merubah negara dan bangsa ini, sudah dilemahkan oleh kebiasaaan mereka yang tidak peduli terhadap permasalahan yang terjadi di negara ini??.

Ini adalah salah satu penyebab negatif terhadap perkembangan media yang begitu pesat. Padahal jika kita perhatikan fungsi media yang sebenarnya menurut undang-undang adalah sebagai sarana untuk pendidikan, informasi , hiburan dan alat untuk pemersatu bangsa. Bahkan media mempunyai peran sangat penting dalam pembentukan opini dan mempunyai power yang sangat luarbiasa dan menjadi kekuatan tertinggi keempat setelah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Namun realitanya, apakah media saat ini sudah mencakup fungsi yang sebenarnya sesuai dengan amanat undang-undang?. Tentunya belum, karena jika diperhatikan acara-acara yang ada di televisi hampir semua hanya bermuatan hiburan tanpa ada unsur pendidikannya sama sekali. Kalaupun ada acara pendidikan, itupun hanya segelintir saja, bahkan muatan acara pendidikan ini terkadang sudah tidak original lagi, karena didalamnya sudah dirasuki hal-hal negatif yang jauh dari sifat mendidik.

Bahkan jika di teliti lebih dalam lagi, adanya televisi menjadi titik awal permusuhan sesama rakyat yang ada di suatu negara. Karena tidak sedikit peristiwa yang terjadi di masyarakat, diberitakan dengan opini-opini yang sinis yang sebenarnya tidak sebenarnya. Maka jika fenomena ini sudah menjangkiti suatu negara, lihatlah kehancuran negara tersebut. Apakah ini yang dikehendaki oleh kita semua??. Saat ini media kita khususnya pertelevisiaan di Indonesia belum memenuhi kepentingan publik alias masih memenuhi kepentingan owner semata, mungkin kita dapat menilai mana televisi yang benar-benar dapat mengakomodir kepentingan-kepentingan maslahat dan mana yang hanya meninggikan rating meski programnya berbau madharat. Dan owner yang dibelakang media tersebut yang biasanya berperan untuk menentukan arah televisi yang pimpinnya. Jika owner yang mempunyai komitmen tinggi terhadap kemaslahatan bangsa pastinya akan mengarahkan lembaganya menuju kemaslahataan yang diimplementasikan dengan program-program yang bernilai manfaat, dan juga sebaliknya. Padahal siapapun owner yang memimpin, media haruslah menjadi sarana Independen dalam mewujudkan negara yang bersatu dan dapat memberikan kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan amanat dari undang-undang dasar 1945.

Namun kitapun tidak bisa mengkambing hitamkan owner dan media sebagai salah satunya faktor yang membuat negara ini terpuruk, karena banyak juga manfaat yang dihasilkannya. Tetapi jumlahnya itu sangat sedikit. Oleh sebab itu untuk membantu pengembangan media sebagai pendorong atas kemajuan negara dan bangsa ini harus ada keterkaitan atau campur tangan dari semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah, para guru, alim ulama sampai kepada masyarakat secara keseluruhan, supaya semuanya dapat bersinergi untuk mengembalikan fungsi dasar dari adanya media ini.

Peran yang dapat dilakukan oleh pemerintah ialah dengan membuat peraturan atau kebijakaan terkait dengan media. Peran guru dapat berupa pengajaran kepada murid-muridnya dengan sebaik mungkin, jangan sampai guru memberikan contoh yang tidak baik kepada muridnya, kemudian pastikan setiap murid diberikan pemahaman terkait dengan pemanfaatan media dengan sebaik-baiknya. Selain itu peran yang dapat dilakukan oleh alim ulama adalah dengan memberikan ruh terhadap lembaga – lembaga penyelenggara media, manurut KH. Wawan Sofwan Solehudin sebagai salah satu pengurus MUI Jawa Barat mengatakan “ Tugas utama ulama adalah menyadarkan umat, karena Ulama itu ibarat dokter. Namun tugas dakwah adalah tugas semua umat untuk ta’muruna bil makruf watanhauna ‘anil mungkar, oleh sebab itu masyarakat berperan penting dalam pengembangaan ini. Dari sini maka peran kita adalah bagaimana meng’agama’kan media. Dan peranan ulama adalah menjadi ruh bagi media agar media-media akan menjadi hidup dan benyawa.”
Read more »

Senin, 02 Mei 2011

PERTANYAAN SETELAH LULUS KULIAH???

Tinggal menghitung hari, masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia akan disuguhi perhelatan akbar, yaitu pelepasan mahasiswa yang telah lulus dalam mengarungi akademik atau wisuda. Pelepasan mahasiswa yang menjadi rutinitas setiap tahun ini menjadi idaman setiap mahasiswa yang mengenyam pendidikan di suatu perguruan tinggi tertentu, tidak terkecuali di Universitas Pendidikan Indonesia. Namun pertanyaan selanjutnya apakah yang akan para wisudawan bawa untuk menjadi pegangan bagi kehidupannya kelak, padahal tantangan kedepan begitu sangat tinggi, belum lagi mereka harus menghadapi orang – orang yang beranggapan bahwa biasanya lulusan – lulusan perguruan tinggi inilah yang memberikan kontribusi yang besar terhadap angka pengangguran di Indonesia. Mengutip data survei tenaga kerja nasional tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) terkait tingginya jumlah pengangguran di Indonesia. Data tersebut mengungkapkan, dari 21,2 juta masyarakat Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta orang atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran. Lebih mengkhawatirkan lagi, tingkat pengangguran itu didominasi oleh lulusan diploma dan perguruan tinggi dengan kisaran angka di atas 2 juta orang. Merekalah yang kerap disebut dengan "pengangguran akademik".

Disisi lain lulusan perguruan tinggi ini harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit, mereka harus bersaing dengan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam mendapatkan pekerjaan. Hal itu disebabkan banyak pengusaha yang memilih mencari pegawai siap pakai dengan bayaran rendah. "Pengusaha lebih menyukai merekrut lulusan SMK dengan kompetensi siap pakai dan bayaran rendah, daripada lulusan sarjana dengan kompetensi siap latih dan bayaran tinggi," kata Retno Nartani, General Manager PT Bara Alam Utama pada studium general usaha tambang Batubara. Hal ini memang tidak bisa di generalisasi, namun mau tidak mau lulusan perguruan tinggi ini harus mempersiapkan segala hal yang terkadang lulusan SMK ini lebih kompeten daripada lulusan perguruaan tinggi. Kemudian lulusan perguruan tinggi jangan sampai "manja" sehingga hanya siap latih, bukan siap pakai seperti lulusan SMK. Ketika belajar, siswa SMK lebih banyak praktik, sedangkan sarjana lebih banyak belajar mengenai teori dan tidak terlatih praktik di luar. “Banyak lulusan sarjana bersikap manja, dalam arti ingin langsung dapat posisi bagus. Ada pikiran bahwa saya sarjana, jadinya malas belajar dan ketika dilatih tidak luwes".

Selain itu, perlu diketahui bahwa lulusan perguruan tinggi ini menjadi salah satu meraka yang terkait dengan kasus korupsi, Ketua Mahkamah Konstitusi(MK) Mahfud MD menyatakan, hampir 70 persen koruptor adalah sarjana. Berarti jika melihat pernyataan ini hanya 30 persen saja lulusan perguruan tinggi yang bersih alias dapat menjadi teladan bagi yang lainya.

Apakah kita sebagai mahasiswa atau calon lulusan perguruan tinggi, tidak merasa miris dengan kenyataan – kenyataan ini semua??, Padahal mahasiswa adalah mereka yang menjadi agent of change artinya mahasiswa yang menjadi salah satu tumpuan perubahan bagi mahasiswa yang lainnya bahkan menjadi tumpuan perubahan masyarakat secara umum. Jangan sampai motto yang maknanya sangat dalam dan baik itu menjadi boomerang bagi mahasiswa itu sendiri.

Oleh sebab itu perlu disampaikan bahwa yang namanya mahasiswa adalah mereka yang lebih (maha) dari pada siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Maka segala hal yang tidak dimiliki oleh siswa, kemudian mahasiswa harus dapat mengcover segalanya. Siswa dapat berhasil maka mahasiswa harus lebih berhasil, siswa dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa maka mahasiswa selayaknya wajib memberikan yang lebih baik kepada bangsa dan negaranya.

Hal ini memang tidak mudah, perlu adanya partisipasi yang menyeluruh dari segala aspek, mahasiswa perlu mengembangkan dirinya dengan soft skil atau keterampilan yang lain diluar mata kuliah yang digelutinya, seperti kemahiran dalam mengoprasikan komputer, mempunyai kepribadian yang berkarakter dan lain sebagainya. Karena ternyata dunia kerja saat ini memerlukan bukan mereka yang hanya mahir dalam keahlian sesuai dengan bidang masing-masing yang digelutinya saja, tetapi lebih daripada itu dunia kerja membutuhkan orang – orang atau lulusan – lulusan perguruan tinggi yang mampu mengintregrasikan antara kualitas personal dengan prestasi akademiknya, yang kemudian akan menghasilkan insan yang trampil, cekatan dan juga jujur. Itu semua tidak bisa diwujudkan hanya mengandalakan kuliah di kelas saja, lulusan perguruan tinggi harus mempersiapkan jauh – jauh hari sebelum mereka lulus. Berarti, ketika kurang lebih empat tahun mengenyam pendidikan di kampus, mahasiswa harus senantiasa memupuk aspek – aspek yang di butuhkan dunia kerja. Dan itu dapat dibiasakan ketika mengikuti Organisasi – organisasi intra kampus yang ada, karena ternyata sedikitnya ketika seseorang aktif dalam berorganisasi maka mereka akan terlatih bagaimana mereka menghadapi masalah, bagaimana mereka memutuskan putusan yang tidak ringan, yang pada akhirnya dapat berakibat mereka semakin dewasa dan dunia kerjapun menjadi bersahabat denganya.

Jauh dari itu semua menurut Mahfudz MD banyak universitas yang hanya mencetak Sarjana bukan Cendekia. Menurutnya, sarjana hanya dibekali kepintaran otak tanpa diberengi dengan kecerdasan moral. "Lulusan Universitas harus menjadi Cedekiawan bukan hanya sarjana," Lebih jauh lagi ia menjelakan, prilaku untuk menjadi seorang cendekia telah tersurat dalam kitab suci Al-Qur'an. Dalam kitab suci al-qur’an disebutkan, kita harus menjadi generasi Ulul Albab. Yaitu mereka yang mempunyai pengetahuan yang luas dibarengi dengan moral yang mendalam. Termasuk dengan filosofi yang tersirat dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD 1945). Yang mana tertulis secara jelas bahwa tujuan didirikannya negara ini adalah untuk melindungi segenap bangsa dan segala tumpah darah Indonesia. Serta mencerdaskan kehidupan umum. Kata-kata mencerdaskan kehidupan umum adalah cerdas di otak dan cerdas di hati, maka lulusan sarjana sepantasnya harus menjadi cendekia sehingga memiliki akhlakul karimah.

Memang bukanlah menjadi ukuran kesuksesan lulusan perguruaan tinggi itu dengan mereka langsung bekerja, tetapi tidaklah salah jika mahasiswa mempersiapkan dari jauh-jauh hari, supaya tidak ada kekecewaan di kemudian hari. Namun pada akhirnya, semua ini akan dikembalikan kepada mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi itu sendiri, mau kemanakah setelah ini?? Setelah bersorak bergembira karena sudah lulus kuliah, apakah kegembiraan itu akan berlanjut setelahnya lulus?? Jawabanya hanya engkau yang tahu..wallahua’lam

Read more »

Sabtu, 09 April 2011

ingatlah WAHAI MANUSIA....!!!


Kehidupan manusia pada intinya hanya untuk beribadah kepada Allah, namun terkadag manusia merasa angkuh dengan dirinya sendiri yang kemudian hal itu menutupi fitrah yang sebenarnya terpaut dan bersandar hanya kepada Allah. Menurut Imam Al Gazali dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin empat faktor yang dapat menutupi diri dari keinginan untuk beribadah, mendekat, dan menyembah Allah adalah Dunia, Manusia, Syaitan dan Hawa nafsu.

Keempat faktor ini terkadang tertutupi oleh keangkuhan diri seorang manusia itu sendiri. Oleh sebab itu dari ini kemudian akan terjadi siklus yang mendasar yang bermula dari diri sendiri yang berakibat kepada diri, bahkan akan sampai kepada orang lain yang merasakan akibatnya. Tidak sedikit orang yang pada awalnya berniat untuk melaksanakan peribadahan kepada Allah, tetapi tatkala pada tataran pelaksanannya terkadang manusia menjadi berbelok. Maka pembelokan ini harus senantiasa kita indentifikasi apa permasalah yang menjadikan kita berbelok.

Marilah kita coba untuk melihat diri kita, diri ketika hati berbelok haluan, diri yang terasa berbolak balik tanpa tujuan. Kita mulai dari diri kita, indikator apa yang menyebabkan kita berubah haluan. Seperti yang telah dijelaskan dari awal bahwa terkadang penyebab utama dalam hal ini adalah diri kita yang lebih condong terhadap apa yang diarahkan.

Dunia, inilah salah satu yang menutupi keinginan seorang manusia untuk mendekat kepada Allah sebagai tuhan yang pada hakikat dan selayaknya manusia menyembah kepadanya. Indikator yang jelas terlihat dari pengaruh dunia ini adalah keterkaitan seoarang manusia dalam melakukan amalan sesuatu. Sebagai contoh manusia lebih mementingkan komitmennya dengan seorang rekan bisnis dalam suatu rapat dengan suatu perusahaan yang dapat memberikan keuntungan yang besar dari pada memenuhi seruan adzan dzuhur untuk melaksanakan kewajiban shalat. Padahal jika setiap orang mengetahui shalat dzuhur dapat mengantarkan yang mengamalkannya kepada keuntungan yang sangat besar. Contoh lain tatkala manusia disodorkan dengan dua bimbel, yang pertama les Al-Qur’an kemudian les bahasa Inggris, maka terkadang manusia memilih les Bahasa Inggris akan diambilnya meskipun dengan mengeluarkan kocek yang sperktrakuler besar, sedangkan al-qur’an yang notabene memberikan kontribusi investasi yang abadi tidak manusia pilih sebagai prioritas. Ini sebagai contoh dari sekian banyak contoh manusia dilenakan dengan adanya dunia.

Manusia terkadang menjadi penghalang juga bagi manusia yang lainya. Keberadaan manusia pada hakikatnya untuk beramar ma’ruf nahi mungkar, jadi sudah selayaknya antara manusia dan manusia yang lainnya harus senantiasa ber-watawashaobil haq wa shabr artinya adanya unsur ingat mengingati dalam kebaikan dan kesabaran, bukannya sebaliknya. Namun hakikat ini pun dapat dikalahkan dengan keangkuhan atas kebodohan diri manusia itu sendiri. Manusia tidak sadar ketika dia mengajak orang lain untuk melakukan hal-hal yang terlarang, itu merupakan langkah-langkah seorang manusia sudah menyalahi aturan atau hakikatnya sendiri. Ataupun ketika ada segolongan yang mengatas namakan sebagai pembawa kebenaran namun omongan-omongannya tidak mencerminkan kebenaran seperti apa yang dia ungkapkan, maka itu pun sudah termasuk manusia yang melanggar hakikatnya sendiri.

Faktor berikutnya masih terdapat pada eksternal manusia yaitu Syaitan. Syaitan adalah mahluk yang kerjaanya menggoda manusia dan membisikan hal-hal yang sesat kepada manusia. Dalam hal ini syaitan yang dimaksud adalah syaitan yang berwujud gaib, karena keberadaannya tidak dapat kita lihat namun dapat dirasakan. Dapat dirasaka karena mereka ada ditengah-tengah manusia. Indikator perasaan bahwa syaitan dapat dirasakan adalah taktala kainginan untuk berbuat baik itu menurun alias malas untuk beribadah, maka itu adalah tipu daya yang telah dilancarkan kepada diri seorang manusia. Namun terkadang syaitanpun dapat terdiri dari meraka yang berwujud, artinya syaitan yang dapat dilihat oleh mata kepala manusia, dia adalah syaitan yang berwujud manusia, karena itu sudah jelas Allah memaktubkan dalam kitabnya bahwa yuwaswisu fi suduurinnas, minal jinati wannaas.

Faktor yang terakhir yang menyebabkan manusia menyimpang atau berbelok dari jalur yang murni adalah datang dari internal diri manusia, yang mana ini kemudian menjadi hal yang sulit bin rumit untuk ditangkaskan pasalnya diri harus melawan diri. Sepertinya mudah namun padahal inilah yang paling sulit. Godaan dunia akan mudah ditangkal, begitupun manusia dan syaitan lebih mudah untuk dikendalikan. Namun beda halnya dengan yang satu ini yaitu hawa nafsu dia akan bersemayam dalam diri. Namun hawa nafsu ini tidak bisa selamanya dikambing hitamkan karena tatkala hawa nafsu ini terus menerus disalahkan maka akan terjadi pelupaan bahwa sesugguhnya hawa nafsu ini pun terkadang memberikan kontribusi yang positif terhadap diri manusia. Bayangkan jikalau manusia tidak mempunyai hawa nafsu maka manusia tidak pernah merasa lapar, manusia tidak akan pernah merasa butuh terhadap manusia yang lain yang berlainan jenis.

Hal yang perlu digaris bawahi dari faktor penting ini adalah bahwa hawa nafsu mempunyai peranan yang teramat penting, karena kemulian manusia akan terangkat bak awan di angkasa melebihi kemulian malaikat tatkala hawa nafsu yang ada pada diri manusia dapat dikendalikan kepada penyaluran hawa nafsu yang positif dan mulia, dan ini kemudian yang disebut dengan nafsu mutma’inah. Namun sebaliknya manusia akan lebih hina dari pada binatang ternak tatkala hawa nafsu yang jelek sudah menguasai diri manusia. Manusia bak robot yang dikendalikan bukan oleh hawa nafsu yang baik (mutma’inah) tetapi oleh nafsu amarah nafsu dimana manusia dihantarkan kepada kegundahan, ketidak jelasan, kesimpangsiuran, kekejian, kebencian dan lain sebagainya. Nafsu inilah yang kemudian setiap manusia harus senantiasa memeranginya.

Read more »

Senin, 21 Maret 2011

MENULIS UNTUK PERADABAN

Oleh : Moch. Sya'ban Abdul Rozak

Peradaban yang terjadi dalam kehidupan ini disebabkan karena adanya power yang mendorong dan mempengaruhi peradaban tersebut. Ingatlah sesungguhnya dunia ini dibangun melalui tiga tradisi peradaban, tiga tradisi utama itu adalah membaca, menulis, dan berdiskusi. Dan aspek peradaban yang tak akan lekang oleh waktu ialah pengabadian goresan pena diatas secarik kertas, yang merangkai huruf menjadi kata, merangkai kata yang menyimpul menjadi kalimat, menyatukan kalimat menjadi suatu paragraf-paragraf yang utuh, dan akhirnya seseorang dapat berubah malalui transfer fikiran melalui sebuah tulisan.

Ide tulisan ialah sebuah subjektivitas yang mengungkapkan hasrat individu, menumpahkan segala kata-kata yang timbul dari sebuah mukh atau otak seorang manusia. Terry Mc Millan mengungkapkan "menulis adalah salah satunya tempat aku bisa menjadi diriku sendiri dan tidak menghakimi, dan aku senang berada disana". Maka tak ayal ketika seorang Andrea Hirata dengan laskar pelanginya menjadikan arah tulisannya sebagai penggugah jiwa dari seorang yang mengubah cita-cita semu menjadi realita yang abadi. Begitupun ketika Habiburahman El Sirazi dengan ayat-ayat cintanya ataupun ketika cinta bertasbih, menjadikan objek cinta sebagai ladang seruan kepada cinta yang sebenarnya. Dan masih terhitung lagi orang-orang yang merangkai ide-idenya seraya menjadikan secarik kertas sebagai objek penumpahanya.

Pena menjadi suatu yang berharga bagi para penulis, pola fikirnya lebih mudah disalurkan melalui pena yang ada, baik pena yang murahan, yang sedang-sedang sampai pena-pena para miliyuner.

Karena pena, ada manusia yang hidup 1400 tahun bahkan melebihi itu. Kita tahu semua William Shakespear, dia akan tetap hidup selama kisah cinta Romeo dan Julliet tetap dibaca orang meski jasadnya tak lagi berwujud. Karena pena pun trio SPA Socrates, Plato, dan Aristoteles terus menerus didengungkan nama dan konsep-konsepnya oleh para ilmuan-ilmuan modern, padahal penanya sudah lama tak bergoyang lagi. Jauh sebelum itu, lahir insan-insan ajaib yang memberikan kontribusi besar terhadap peradaban dunia, sebut saja Ibnu Sina seorang ahli dalam kedokteran yang menulis karya monumental Al Qonuun fi ath-thibbi dan Asy-syifa. Belum lagi Al-Khhawarijmi sang penemu aljabar (ilmu ukur/ matematika) yang fenomenal. Berkat pemikiran-pemikiran mereka yang ditaburakan melalui tarian penanya, meraka masih dan akan terus diperhitungkan dalam penciptaan peradaban hidup manusia dan namanya pun akan tetap segar dalam benak setiap insan manusia. Karena itu seorang penyair Arab mengatakan;

"Tulisan seorang penulis akan tetap abadi

Sekalipun ia telah tiada

Oleh karena itu, gunakan tanganmu untuk menulis apapun

Karena kelak pada hari akhir

Kamu akan menyaksikan hasilnya"

Juga meminjam ucapan Bud Gardner, "ketika kamu bicara, kata-katamu hanya bergaung kesebrang ruangan atau disepanjang koridor, tetapi ketika kamu menulis, kata-katamu bergaung sepanjang zaman". Sungguh Luarbiasa dahsyat!! itulah kehebatan sebuah pena yang dengannya dunia dapat berubah, namun denganya pula dunia dapat hancur berantakan.

Runtutan sejarah telah mencatat, ribuan orang dapat tersihir oleh karena secarik kertas yang ditulis seseorang dengan penanya, konsep-konsep yang lahir itu semua bermula disini, bermula dari keberanian menyingkirkan rasa malas, malu, bahkan takut yang senantiasa membayang-bayangi kala kan memulai kegiatan menulis. Padahal sesungguhnya sejarah akan terus tercipta manakala masih lahir para penggores sejarah-sejarah baru yang itupun bermula disini dari keinginan seseorang menciptakan sebuah tulisan yang sederhana, kemudian mengembangkannya menjadi tulisan yang bermakana yang pada akhirnya menjadi awal peradaban yang berarti bagi masyarakat disekelilingnya.

Terakhir Jerome Weidman berkata "pikiran tentang menulis satu halaman, hanya satu halaman, setiap hari. Diakhir 365 hari, diakhir satu tahun, kamu mempunyai 365 halaman. Dan tahukah kamu apa yang kamu punya?? KAMU MEMPUNYAI SEBUAH BUKU LENGKAP"


Read more »

Kamis, 08 Oktober 2009

AD / ART FORIS 03

ANGGARAN DASAR DAN RUMAH TANGGA

FORUM REMAJA ISLAM RW.03

( FORIS 03 )

MUKADDIMAH

“Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam”

“Dan hendaklah diantara kamu ada (segolongan) umat yang menyeru kepada yang makruf (kebaikan) dan mencegah yang munkar” (QS. Ali Imran 104).

“Demi masa sesungguhnya manusia itu selalu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan sholat dan saling nasihat-menasehati dalam kebenaran dan saling nasihat-menasihati dalam kesabaran: (QS. Al-Ashr).

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam” (QS. Ali Imran 102).

Pemuda dan remaja sebagai generasi penerus merupakan pondasi dasar dari adanya kemajuan dan kemunduran umat Islam, maka wajarlah apabila generasi ini harus diarahkan kepada pengembangan dan peningkatan sumber daya insaninya, seperti apa yang telah diajarkan oleh nabi dalam kesehariannya yang mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang baik.

Agama Islam yang diamanatkan kepadanya untuk diserukan kepada umatnya merupakan tugas utama para remaja sebagai generasi penerus kelangsungan umat Islam, yang selayaklah apabila kita mensiarkan ajaran Agama Islam yang seutuhnya. Dengan demikian terciptalah umat Islam yang membawa keharmonisan, kedamaian, dan rahmatan lilalamiin.

Atas dasar itulah kami selaku pemuda dan remaja Islam menghimpun diri dalam suatu wadah yang bernama Forum Remaja Islam RW.03 ( FORIS 03 ) demi tercapainya tugas utama para pemuda dan remaja sebagai generasi penerus kelangsungan umat manusia.


ANGGRAN DASAR

FORUM REMAJA ISLAM RW.03 ( FORIS 03 )

BAB I

Nama, Tempat Dan Waktu Pendirian

Pasal 1

Nama

Nama dari organisasi ini adalah FORUM REMAJA ISLAM RW.03, yang selanjutnya disebut FORIS 03.

Pasal 2

Tempat

FORIS 03 bertempat dan bersekretariat di Masjid As-Syukur Jalan Cilengkrang 1 RT.02 RW.03 Desa.Cisurupan Kec.Cibiru Bandung.

Pasal 3

Waktu Pendirian

FORIS 03 didirikan pada tanggal 19 Februari 2001 di Masjid At-Taubah Jalan Cilengkrang 1 RT.08 RW.03 Desa.Cisurupan Kec.Cibiru Bandung sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

BAB II

Azas dan Status

Pasal 4

Azas

Ikatan Remaja Masjid Al-Ikhlas berazaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Pasal 5

Status

FORIS 03 adalah Organisasi Remaja Masjid yang merupakan bagian dari Dewan Keluarga masjid As-Syukur, Al-Hidayah dan At-taubah.

BAB III

Sifat dan Tujuan

Pasal 6

Sifat

FORIS 03 bersifat ukhuwah islamiyah dan independent/ non-partisan.

Pasal 7

Tujuan

1. Mensyiarkan Islam dikalangan umat Islam dan remaja/ pemuda pada khususnya.

2. Membina dan memelihara serta menumbuh suburkan kualitas keimanan dan ketaqwaan sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

3. Menghimpun dan mempersatukan Remaja di lingkungan RW.03

4. Mendidik para anggota dalam tata cara berorganisasi dalam ikatan yang sejalan dengan tujuan FORIS 03.

5. Membina dan meningkatkan peran umat Islam dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menuju masyarakat Islami.

BAB IV

Lambang dan Arti Lambang

Pasal 8

Lambang



Pasal 9

Arti Lambang

  1. Tulisan Forum Remaja Islam FORIS 03 merupakan nama organisasi ini.
  2. Gambar masjid melambangkan pusat kegiatan FORIS 03.
  3. Warna hijau melambangkan usia anggota FORIS 03 yang remaja.
  4. Warna orange melambangkan FORIS 03 yang visioner, sebagai generasi pembaharu.
  5. Warna biru melambangkan kematangan, meskipun usianya masih muda tetapi memiliki kematangan kepribadian.

BAB V

PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 10

Perangkat Organisasi FORIS 03

Perangkat Organisasi FORIS 03 terdiri dari :

1. Rapat Umum Anggota FORIS 03

2. Dewan Pembina dan Dewan Penasehat

3. Rapat Harian Pengurus FORIS 03

BAB VI

LEMBAGA TERTINGGI DAN TINGGI FORIS 03

Pasal 11

Lembaga Tertinggi

1. Lembaga Tertinggi FORIS 03 adalah Rapat Umum Anggota

2. Ketentuan Rapat Umum Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

Pasal 12

Lembaga Tinggi

1. Lembaga Tinggi FORIS 03 adalah Rapat Harian Pengurus

2. Ketentuan lembaga-lembaga tersebut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

BAB VIII

SUMBER DANA

Pasal 13

Sumber dana FORIS 03 diperoleh dari :

    1. Iuran wajib anggota
    2. Donatur tetap dan tidak tetap
    3. Usaha –usaha lain yang halal dan tidak bertentangan dengan asas dan tujuan.

BAB VIII

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 14

Hal-hal yang belum diatur di dalam Anggaran Dasar akan diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga FORIS 03 dan tidak menyimpang dari Anggaran Dasar.

Pasal 15

Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Rapat Umum Anggota FORIS 03.

Pasal 16

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diatur dalam peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FORIS 03.

Pasal 17

Semua peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 18

Apabila segala ketentuan dalam AD/ART tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi, maka AD/ART dapat diamandemen melalui RUA.

Pasal 19

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal disahkan.



ANGGARAN RUMAH TANGGA

Forum Remaja Islam RW.03

( FORIS 03 )

BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Keanggotaan FORIS 03

1. Anggota adalah Remaja/ Pemuda beragama Islam yang memenuhi ketentuan sebagai anggota.

2. Anggota FORIS 03 terdiri atas :

a. Anggota biasa : Remaja/ Pemuda yang beragama Islam dan memenuhi ketentuan.

b. ( Anggota ) Pengurus : Anggota biasa yang merupakan badan pengurus harian dan badan koordinasi yang melengkapinya dan disahkan oleh pengurus Masjid Jami’ Asy-Syukur.

c. ( Anggota ) Kehormatan : Anggota yang diangkat dan disahkan oleh pengurus harian.

Pasal 2

Penerimaan Anggota

1. Syarat menjadi anggota biasa :

    1. Beragama Islam
    2. Mengisi biodata
    3. Berusia minimal 15 tahun s/d 30 tahun dan belum menikah
    4. Tunduk dan patuh pada AD/ ART FORIS 03

2. Syarat menjadi pengurus :

    1. Anggota biasa yang aktif dan sudah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan
    2. Aktif dalam kepanitiaan yang diadakan oleh FORIS 03
    3. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap FORIS 03

3. Syarat menjadi Anggota Kehormatan

    1. Beragama Islam
    2. Memiliki loyalitas yang tinggi
    3. Diangkat dan disahkan oleh pengurus harian

Pasal 3

Kewajiban dan Hak Anggota

1. Setiap anggota dan pengurus berkewajiban menjaga nama baik FORIS 03, mensyiarkan ajaran Islam dan mentaati AD/ ART.

2. Setiap anggota biasa dan pengurus berkewajiban membayar iuran wajib anggota.

3. Setiap anggota berhak mengikuti kegiatan FORIS 03.

4. Setiap anggota berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul dan atau mengajukan pertanyaan kepada pengurus FORIS 03.

5. Anggota biasa berhak untuk dipilih dan memilih.

Pasal 4

Kehilangan dan Pemberhentian Anggota

1. Anggota kehilangan keanggotaannya karena :

    1. Meninggal dunia
    2. Atas permintaan sendiri dan disetujui oleh Pengurus Harian
    3. Murtad dari agama Islam
    4. Diberhentikan

2. Anggota diberhentikan karena tindakan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dan tindakan yang merugikan nama baik FORIS 03 serta sebab lain yang dianggap diberhentikan FORIS 03.

3. Surat keputusan pemberhentian dikeluarkan oleh ketua atas persetujuan Pengurus Harian FORIS 03.

4. Anggota yang diberhentikan berhak mengajukan pembelaan diri dan didampingi oleh pembela dalam Rapat Pengurus Harian FORIS 03.

5. Pengurus berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi status anggota dan atau cukup beralasan yang berkaitan dengan pasal 4 ayat 2, 3, dan 4 bila terbukti tidak bersalah.

BAB II

ORGANISASI

Pasal 5

Rapat Umum Anggota

1. Status dan Wewenang

a. Merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi

b. Memilih/ mengangkat Ketua FORIS 03

c. Membahas hal-hal khusus

d. Meminta pertanggung jawaban Ketua FORIS 03

e. Merubah dan mengesahkan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.

2. a. Pelaksanaan RUA dilaksanakan oleh Pengurus Harian FORIS 03.

a. Penyelenggaraannya dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 tahun sekali

b. Apabila dalam kurun waktu tersebut terjadi hal-hal khusus maka pengurus harian dapat mengadakan Rapar Umum Anggota Luar Biasa.

3. Tata tertib Rapat Umum Anggota :

a. Rapat Umum Anggota dihadiri oleh Anggota biasa, Pengurus, Anggota Kehormatan dan Undangan.

b. Peserta yang memilki hak suara adalah Pengurus dan Anggota Biasa sedangkan Anggota Kehormatan dan Undangan hanya memiliki hak bicara.

c. Forum musyawarah dianggap sah dengan ketentuan dihadiri oleh 2/3 anggota biasa dan seluruh Pengurus.

d. Apabila point c tidak terpenuhi, maka RUA diskorsing 2 x 30 menit.

e. Apabila point d tidak terpenuhi, maka RUA dapat disahkan oleh anggota yang hadir.

Pasal 6

Dewan Pembina dan Dewan Penasehat

1. Dewan Pembina

    1. Dewan Pembina meliputi masing-masing 1 orang Pengurus Masjid As-syukur, Al-hidayah dan At-taubah.
    2. Dewan Pembina berhak memberi saran, usul, nasehat, dan pendapat serta mengawasi kegiatan FORIS 03.

2. Dewan Penasehat

    1. Dewan Penasehat terdiri dari 5 orang yang dipilih dan diangkat oleh Rapat Umum Anggota.
    2. Dewan Penasehat wajib memberikan bantuan baik moriil maupun materiil.

Pasal 7

Rapat Harian Pengurus

1. Rapat Harian Pengurus minimal dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.

2. Rapat Harian Pengurus dipimpin oleh Ketua.

Pasal 8

Kepengurusan

1. Susunan Pengurus merupakan hak preogratif Ketua.

2. Pengurus membuat rancangan Tata Tertib dan Agenda Acara RUA

3. Kepengurusan dinyatakan demisioner setelah laporan pertanggungjawaban diterima oleh RUA.

4. Masa jabatan Ketua Umum maksimum hanya 2 kali masa kepengurusan.

5. Jika Ketua Umum berhenti atau diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir, maka digantikan oleh wakilnya.

Pasal 9

Kewajiban dan Hak Pengurus

1. Pengurus harus mentaati AD/ART.

2. Pengurus wajib menetapkan program kerja

3. Pengurus wajib mengawasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan program-program

4. Pengurus berhak dan wajib mengadakan rapat khusus/ istimewa jika perlu

5. Masa kepengurusan FORIS 03 2 tahun.

BAB III

SUMBER DANA

Pasal 10

1. Setiap kegiatan FORIS 03 yang berhubungan dengan syiar Agama/ peringatan hari besar, FORIS 03 berhak meminta subsidi ke Pengurus Masjid.

2. Untuk kegiatan sosial kemasyarakatan selain dari Pengurus Masjid, FORIS 03 bisa meminta dana dari masyarakat dan donatur yang tidak tetap.

3. Segala pemasukan subsidi/ dana wajib dilaporkan kepada bendahara FORIS 03.

4. Bendahara FORIS 03 diwajibkan melaporkan keadaan keuangan setiap Triwulan kepada Rapat Pengurus Harian.

5. Setiap Ketua Departemen harus membuat anggaran yang diperlukan dan harus atas persetujuan Ketua FORIS 03 setelah dikonsultasikan dengan Wakil Ketua ( Koordinasi program )

6. Setiap Ketua Departemen harus mempertanggung jawabkan kegiatannya 1 ( satu ) minggu setelah laporan kepanitiaan kepada Ketua FORIS 03 baik secara lisan maupun tulisan.

7. Setiap kepanitiaan dalam hal penyusunan anggaran kegiatan berkonsultasi dengan Bendahara FORIS 03 dan mempertanggung jawabkan pelaksanaannya paling lambat 2 ( dua ) minggu sesudah kegiatan tersebut berakhir.

BAB IV

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 11

1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan dalam Peraturan organisasi yang tidak bertentangan dengan AD/ ART.

2. Perumusan rancangan perubahan AD/ ART dibuat dan disampaikan oleh sebuah tim yang diangkat oleh pengurus harian FORIS 03 pada periode yang sedang berlangsung.

3. Pengesahan perubahan AD/ ART hanya dapat dilakukan Rapat Umum Anggota.

4. AD/ ART berlaku sejak tanggal disahkan.

Pasal 12

Semua peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini dinyatakan tidak berlaku.

Ditetapkan di : Bandung / Masjid As-Syukur

Pada Tanggal : 18 Oktober 2009

FORUM REMAJA ISLAM RW.03

( FORIS 03 )

Jl. Cilengkrang 1 Rt.02 Rw.03 Bandung

Ketua

( )

Sekretaris

( )

Read more »

 

KABAR TERKINI

KATA MUTIARA

GALLERY